Notification

×

Iklan

Iklan

GMNI Brebes : Kesehetan Lebih Utama untuk Waspadai Wabah Penyakit Pasca Banjir

Friday, February 19, 2021 | February 19, 2021 WIB Last Updated 2021-03-12T15:24:46Z
    Share

 

Foto : Jefry Saputro, Ketua DPC GMNI Brebes


BREBES JATENG, NEWSKRITIS.COM - Kondisi cuaca dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi melanda wilayah Kabupaten Brebes dan sekitarnya, sehingga beberapa wilayah di Brebes terendam banjir. 


Salah satu yang terendam ada di Kecamatan Ketanggungan, dimana terdapat 4 Desa di Kecamatan tersebut mengalami banjir dengan ketinggian kurang lebih satu meter, yakni di Desa Dukuhturi, Karangmalang, Ketanggungan, dan Padakaton. 


Selain curah hujan yang cukup tinggi, banjir juga sebabkan jebolnya tanggul di Sungai Babakan yang mengakibatkan beberapa pemukiman padat penduduk diwilayah bantaran sungai menjadi korban.


Dari pantauanya Newskritis.com dilapangan, kondisi sampai dengan hari ini masih ada beberapa wilayah yang tergenang banjir walaupun air sudah surut dibeberapa desa.


Dalam kesempatan ini, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Brebes sebagai salah satu organisasi yang peduli terhadap masyarakat Brebes, saat ditemui jurnalis Newskritis.com menyampaikan tentang himbauannya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan masyarakat yang terkena banjir, apalagi situasi Pandemi Covid 19.


“Kami menghimbau Pemkab Brebes untuk mengutamakan kesehatan, jangan sampai permasalahan kondisi kesehatan masyarakat di 4 desa tersebut mala bertambah, karena bukan hal yang tidak mungkin wabah penyakit seperti, diare, deman berdarah, dan leptospirosis menjangkiti para korban banjir,” ujar Jefry Saputro, Ketua DPC GMNI Brebes, Jumat (18/2/2021).



Foto : Daerah yang berdampak banjir di Desa  Padakaton di Kabupaten Brebes



Jefry Saputro menambahkan bahwa masalah penanggulangan banjir adalah hal kedua setelah masalah kesehatan karena mencegah adanya wabah penyakit itu yang utama.


"Jangan sampai Pemerintah Kabupaten Brebes hanya fokus pada sektor infrastruktur saja, seperti perbaikan tanggul, sementara kesehatan masyarakat lebih penting dan juga harus menjadi perhatian utama Pemkab," tambah Jefry Saputro.


Untuk itu, DPC GMNI Brebes meminta Pemerintah Kabupaten Brebes melalui dinas terkait untuk segera menyiapkan langkah langkah strategis terkait ancaman kesehatan masyarakat salah satunya dengan mendirikan posko kesehatan.


 "Kami meminta harus ada langkah strategis yang dilakukan Pemkab Brebes untuk mencegah adanya wabah penyakit pasca banjir, seperti mendirikan posko kesehatan dan melakukan kordinasi dengan tenaga kesehatan sampai ditingkat desa untuk melakukan pengecekan kesehatan para korban banjir," tandas Jefry.


Sampai berita ini diturunkan Pemkab Brebes melalui Dinas Kesehatan belum membuka Posko Kesehatan di 4 desa yang terdampak banjir akibat hujan dan jebolnya tanggul Sungai Babakan.*


Laporan : Faisal.

Editor     : Adhar.